Timsus Muscab
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Maluku bergerak cepat melakukan konsolidasi usai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil). Di bawah kepemimpinan Basri Damis, DPW PKB Maluku resmi membentuk tim khusus bernama “Tim 5” untuk mengawal proses penjaringan calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 11 kabupaten/kota se-Maluku.Pembentukan tim strategis ini tetapkan dalam rapat konsolidasi yang berlangsung di Kantor DPW PKB Maluku, Jalan Sultan Hasanudin, Tantui, pada Selasa (17/2/2026). Tim 5 dipercayakan kepada Abdul Manan Rahawarin sebagai koordinator, dengan anggota Muhajirin Syukur Maruapey, Novita Liem Wailissa, Asri Ode, dan Saudari Yeni.
Sekretaris DPW PKB Maluku, Lukas Batmomolin, menjelaskan bahwa proses rekrutmen calon ketua DPC akan dilakukan secara profesional dan berjenjang. Mekanisme ini mengadopsi sistem yang sama dengan pemilihan Ketua DPW sebelumnya guna menjamin integritas calon pemimpin.
“Nama-nama yang masuk akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap 1 dan tahap 2. UKK Tahap 1 melibatkan pihak eksternal untuk tes psikologi, sedangkan UKK Tahap 2 dilakukan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Keputusan akhir penentuan ketua sepenuhnya ditetapkan oleh pusat.” Ujar Batmomolin.
Batmomolin juga menyebutkan pola seleksi ini dirancang untuk memastikan bahwa figur yang terpilih nantinya memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni serta integritas yang tinggi untuk membesarkan partai di daerah.Sementara itu koordinator Tim 5, Abdul Manan Rahawarin, menyatakan bahwa timnya akan bekerja secara intensif mulai 28 Maret hingga 20 April 2026. Fokus utama mereka adalah merampungkan penjaringan di seluruh daerah sebelum Musyawarah Cabang (Muscab) digelar secara serentak.
Manan menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, Tim 5 akan membagi wilayah kerja ke dalam 10 atau 11 zona sesuai kondisi daerah. Pendekatan yang digunakan meliputi : Focus Group Discussion (FGD), Riset lapangan, Diskusi terbuka untuk menjaring gagasan publik.“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkontribusi membangun daerah melalui PKB. Tim akan memetakan figur potensial yang tidak hanya mampu mengelola partai, tapi juga menjalankan tugas kebangsaan,” tegas Manan.
“Selama masa kerja tersebut, tim juga bertugas menginventarisasi perkembangan organisasi dan melakukan konsolidasi kader di tingkat akar rumput untuk memastikan mesin partai siap menghadapi agenda politik ke depan”. Tutup Manan Manan menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, Tim 5 akan membagi wilayah kerja ke dalam 10 atau 11 zona sesuai kondisi daerah. Pendekatan yang digunakan meliputi : Focus Group Discussion (FGD), Riset lapangan, Diskusi terbuka untuk menjaring gagasan publik.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkontribusi membangun daerah melalui PKB. Tim akan memetakan figur potensial yang tidak hanya mampu mengelola partai, tapi juga menjalankan tugas kebangsaan,” tegas Manan.”Selama masa kerja tersebut, tim juga bertugas menginventarisasi perkembangan organisasi dan melakukan konsolidasi kader di tingkat akar rumput untuk memastikan mesin partai siap menghadapi agenda politik ke depan”. Tutup Manan. (YM)